Translate

Jumat, 27 Juli 2012

Anda Dapat Menerima Berkat Abraham


Referensi alkitabiah yang mungkin paling terkenal mengenai berkat adalah janji Tuhan untuk memberkati Abraham, yang dapat kita temukan dalam Kitab Kejadian.
Abraham hidup diantara orang yang belum percaya. Ia tahu sangat sedikit mengenai Tuhan sampai Tuhan memanggil-nya untuk meninggalkan tanah kelahiran dan keluarga-nya. Tuhan meminta Abraham untuk pergi ke suatu tempat yang tidak diketahui-nya (Lihat Kej 12:1 “Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu”). Tempat itu sangat berbeda dibandingkan tempat dimana Abraham tinggal. Karena Abraham percaya dan taat kepada Tuhan, maka Tuhan berjanji untuk memberkati-nya dengan tujuh jenis berkat. Berkat yang tujuh lipat kali ganda ini merupakan pusat dari keseluruhan isi Alkitab, yaitu bahwa Tuhan memanggil keluar bangsa Yahudi sebagai umat kepunyaan-Nya dan memperluas pemberian berkat tersebut kepada “Israel baru”, yaitu para pengikut Kristus. Berkat Abraham juga merupakan latar belakang yang penting mengenai berkat yang diucapkan oleh orang percaya kepada sesama pada masa kini.
Tujuh berkat tersebut dijanjikan ketika Tuhan pertama kali berbicara kepada Abraham (pada waktu ia masih dikenal sebagai Abram).
Berkat Tujuh Lipat Kali Ganda Kepada Abraham
1. Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar,
2. Aku akan memberkati engkau
3. Aku akan membuat namamu masyhur
4. Dan engkau akan menjadi berkat.
5. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau
6. Dan Aku akan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau
7. Dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.
(Lihat Kejadian 12:2-3)
Ayat-ayat Firman Tuhan ini terkenal karena perikop ini menjadi dasar dari pemeliharaan Tuhan dan arah bagi bangsa Yahudi. Salah satu janji Tuhan adalah bahwa melalui Abrahan ”Semua keluarga di muka bumi ini akan diberkati.” Berkat ini adalah janji mengenai kedatangan Mesias, yaitu Yesus Kristus. Rasul Paulus di kemudian hari menulis:
”(8)Dan Kitab Suci, yang sebelumnya mengetahui, bahwa Allah membenarkan orang-orang bukan Yahudi oleh karena iman, telah terlebih dahulu memberitakan Injil kepada Abraham: “Olehmu segala bangsa akan diberkati.” (9) Jadi mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu. (Gal 3:8-9)
Karena kita hidup dengan iman, seperti juga Abraham, kita dapat meng-klaim berkat yang diberikan kepada Abraham. Janji berkat-berkat tersebut berlaku juga bagi kita dengan aplikasi dalam berbagai bentuk seperti berikut ini.
1. Berkat Keluarga Secara Jasmani dan Rohani
Tuhan pertama-tama berjanji kepada Abraham, ”Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.” (Kej 12:2). Ini adaah janji Tuhan untuk membuat Abraham menjadi bangsa yang besar dan makmur. Orang-orang Yahudi adalah umat Tuhan, dan Tuhan sudah berjanji untuk membuat mereka makmur. Iblis mengetahui hal ini dan sudah mencoba untuk menghapuskan bangsa Yahudi dalam berbagai kesempatan. Meskipun Israel sekarang ini merupakan suatu negara yang kecil, namun sejumlah besar orang Yahudi tinggal di antara banyak bangsa di dunia ini. Tuhan sudah memberkati bangsa Yahudi, dan Ia mulai menggenapi janji-janji-Nya kepada Israel.
Jika Sdr adalah seorang yang percaya kepada Kristus dan memiliki iman Abraham, maka Sdr dapat meng-klaim berkat rohani maupun jasmani bagi Sdr dan keluarga Sdr. Apa artinya? Bahwa Tuhan dapat memberikan nilai tambah kepada anak-anak Sdr, mereka dapat memiliki pengaruh, dan bahwa Sdr dan keluarga Sdr dapat dipakai oleh Tuhan secara luar biasa.
Sdr dapat berdoa, ”Tuhan, pakailah aku dan keluarga-ku untuk memperluas kerajaan-Mu di muka bumi ini.”
2. Berkat Keuangan
Dalam bagian kedua dari janji Tuhan kepada Abraham, Ia berkata, ”Aku akan memberkati engkau.” (Kej 12:2b). Meskipun terjadi penganiayaan dan pemusnahan terhadap bangsa Yahudi, antara lain oleh Jerman pada masa PD II (Holocaust), namun Sdr dapat menemukan orang Yahudi dimanapun juga, dan mereka selalu menonjol. Fakta: lebih dari 90% hadiah Nobel dimenangkan oleh orang Yahudi, meskipun bangsa Yahudi hanya berjumlah kurang dari 1% dari penduduk dunia. Dengan Ketekunan mereka, semangat kegigihan mereka atau pengaruh dari keturunan mereka, banyak orang Yahudi yang makmur. Pedagang-pedang berlian di Amerika misalnya, pada umumnya adalah orang Yahudi. Bukankah hal ini disebabkan oleh berkat Tuhan bagi mereka?
Apa yang dapat Sdr lakukan sebagai seorang yang memiliki iman Abrahan, yang juga percaya kepada Mesias? Sdr dapat meng-klaim berkat keuangan dari Tuhan.
Berkat keuangan dari Tuhan bukanlah ”Injil kemakmuran”. Tuhan tidak berjanji bahwa Sdr akan menjadi super kaya atau Sdr akan memenangkan undian. Salah menginterpretasikan Firman Tuhan adalah sama dengan menciptakan pengharapan palsu dalam bidang keuangan. Bagi beberapa orang, bahkan diantara mereka yang setia, Tuhan mengijinkan terjadinya penganiayaan, kesulitan, bahkan kematian sebagai martir. Orang-rang yang terfokus pada ayat-ayat yang seolah-olah menjanjikan kemakmuran keuangan tidak pernah mempedulikan ayat-ayat mengenai pencobaan dan penganiayaan.
Berkat berarti nilai tambah, karena itu jangan hidup untuk mencari hadiah undian sebesar Rp. 100 milyar. Tetapi berbahagialah ketika Sdr hanya mendapat kenaikan gaji sebesar 3 %, karena telah menambah jumlah pemasukan ke dalam rekening tabungan Sdr. Belajarlah untuk berbahagia baik dalam berkat Tuhan yang kecil maupun dalam berkat Tuhan yang besar. Dan jika Sdr menderita dalam masalah keuangan, bersukacitalah ketika Tuhan memberikan berkat rohani.
Berdoalah, Tuhan, berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
3. Berkat Pengaruh dan Kesaksian
Tuhan berjanji kepada Abraham, ”Aku akan membuat namamu masyhur” (Kej 12: 2). Tuhan sudah menggenapi janji tersebut. Nama Abraham adalah salah satu dari nama-nama yang paling terkenal di dalam beberapa agama di dunia. Sedikitnya ada tiga agama yang mengenal nama Abraham dengan baik: ia adalah bapak iman bagi orang kristen, ia terkenal sebagai nabi dalam agama Islam dan dalam bangsa Yahudi ia diakui sebagai orang Yahudi pertama.
Bagaimana hal ini berlaku bagi Sdr? Mintalah kepada Tuhan untuk memberkati kesaksian Sdr agar orang lain diberkati secara rohani melalui Sdr dan melalui reputasi Sdr yang saleh.
Berdoalah, Tuhan, berkati agar aku memiliki pengaruh supaya hidup-ku dan pelayanan-ku akan memberi nilai tambah bagi kerajaan-Mu.
4. Berkat Pelayanan yang Efektif
Tuhan berjanji kepada Abraham, ”Engkau akan menjadi berkat.” (Kej 12:2). Melalui Abraham Tuhan sudah berbicara kepada dunia. Melalui anak-anak Abraham telah datang Alkitab yang menjadi dasar dari Yudaisme dan Kekristenan. Nabi-nabi dalam Perjanjian Lama adalah keturunan Abraham yang menyampaikan dan menuliskan Firman Tuhan. Imam-imam dalam Perjanjian Lama yang melayani Tuhan dan Raja-Raja yang memerintah untuk Tuhan berasal dari keturunan Abraham. Tanpa pondasi ini, tidak ada Perjanjian baru. Pondasi kita yang kaya dalam Perjanjian Lama memberi kepastian mengenai janji-janji Tuhan kepada kita di dalam Perjanjian Baru.
Bagaimana berkat yang dijanjikan ini dapat memberkati hidup Sdr? Sama sepertiTuhan sudah memakai Abraham dalam pelayanannya, mintalah kepada Tuhan agar memberkati pelayanan Sdr. Apakah Sdr seorang usher / pemerhati di gereja, atau anggota paduan suara, atau bagian administrasi di gereja, mintalah agar Tuhan memberkati pelayanan Sdr bagi Dia. Sama seperti Tuhan sudah berjanji untuk memberkati Abraham, Tuhan juga dapat memberkati Sdr.
Tuhan, berkatilah pelayanan-ku untuk Engkau.
5. Berkat Hubungan yang Sehat
Tuhan berjanji kepada Abraham, ”Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau”. (Kej 12:3). Perhatikan bagaimana Tuhan sudah memegang janji-Nya. Bangsa-bangsa yang sudah menghargai dan melindungi Israel sudah diberkati oleh Tuhan. Amerika telah membuka tangannya bagi orang-orang Yahudi, dan juga bagi setiap bangsa lain, karena itu Tuhan sudah memberkati Amerika.
Bangsa Yahudi sebaliknya telah memberkati Amerika dengan kemakmuran dalam bidang keuangan, kemajuan ilmu pengetahuan, penerbitan buku-buku dan juga kesenian. Amerika yang sudah menerima dan melindungi orang-orang Yahudi yang mengalami penganiayaan di tempat lain, sudah dipakai juga oleh Tuhan untuk mempedulikan kaum yang kurang beruntung di dunia. Salah satu alasan mengapa Tuhan memberkati Amerika dibuktikan dari kepedulian bangsa Amerika kepada bangsa Yahudi.
Mintalah agar Tuhan membuat Sdr menjadi berkat bagi setiap orang yang berhubungan dengan Sdr. Ketika orang menghargai dan menghormati Sdr, pastikanlah untuk memberi kemuliaan kepada Tuhan atas berkat-berkat-Nya.
Tuhan, tolonglah aku untuk memberi nilai tambah ke dalam kehidupan orang-orang lain dengan berbagai cara.
6. Berkat Perlindungan
Tuhan berjanji kepada Abraham, ”Aku akan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau,” (Kej 12:3). Ini adalah janji Tuhan untuk menghukum mereka yang menganiaya anak-anak Abraham. Apakah orang itu adalah Nebukadnezar, Yoseph Stalin atau Adolf Hitler, aku percaya bahwa mereka semua sudah gagal mencapai tujuan mereka karena mereka menganiaya orang-orang Yahudi. Israel pernah di fitnah dan diserang oleh Saddam Husein, Osama bin Laden dan Yasser Arafat. Karena Tuhan telah berjanji untuk mengutuk mereka yang mengutuk Israel, maka para pemimpin tersebut dan siapapun juga yang membenci Israel tidak dapat menjadi makmur.
Apa arti dari berkat perlindungan Tuhan kepada Abraham bagi Sdr? Pertama, berdoalah agar Tuhan akan melindungi Sdr dari mereka yang membenci Sdr. Dalam konteks rohani, janji Tuhan ini juga berlaku bagi mereka yang menganiaya Sdr atas kesaksian rohani Sdr.
Apa tanggapan Sdr kepada mereka yang menganiaya Sdr? Yesus memberitahukan kepada kita, ”Mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.” (Luk 6:28). Salah satu cara yang terbaik untuk menangani kritik dan mereka yang memusuhi adalah berdoa untuk meminta berkat Tuhan bagi mereka. Artinya Sdr sudah mengatasi emosi Sdr, dan Sdr ingin memberi nilai tambah bagi hidup mereka, meskipun mereka berusaha untuk mencelakai Sdr.
Ketika Sdr berdoa untuk keselamatan musuh Sdr, Sdr memperlihatkan ketulusan dan iman. Paulus memberitahukan kepada kita, ”Jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! (Rm 12:20). Dengan memberkati musuh-musuh kita dengan perbuatan baik, kita memberi kesaksian mengenai kasih Tuhan kepada mereka. Perhatikan bagian kedua dari ayat itu. ”Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya.” (Rm 12:20). Jika musuh Sdr menjauhi Tuhan, meskipun Sdr sudah berbuat baik kepadanya, mereka mungkin akan malu sehingga mereka akan berbalik kepada Tuhan karena berkat dari Sdr.
Tuhan, berikan kemampuan kepada-ku untuk memberkati mereka yang menganiaya aku.
7. Berkat Keselamatan
Tuhan berjanji kepada Abraham, ”Olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”(Kej 12:3). Ini adalah petunjuk mengenai kedatangan Mesias, Yesus Kristus, yang memberikan keselamatan kepada semua orang: ”Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (Yoh 1:29). Yesus adalah ”jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Yesus Kristus.”(Yoh 14:6)
Jika Sdr memperkenalkan Yesus Kristus kepada mereka yang terhilang, Sdr memberkati mereka dengan berkat yang paling besar. Bagaimana caranya? Kadang-kadang Sdr menjadi pendoa syafaat, dengan demikian memberkati orang yang belum selamat melalui doa Sdr. Pada kesempatan lain, Sdr memberkati mereka dengan memberikan kesaksian. Ketika Sdr memberitahukan kepada mereka bagaimana Sdr mengenal Yesus Kristus, Sdr memotivasi mereka untuk mendapat keselamatan. Hidup Sdr dapat menjadi kesaksian bagi orang lain, sama seperti orang yang lumpuh berdiri untuk mendemonstrasikan kuasa kesembuhan Tuhan: ”karena mereka melihat orang yang disembuhkan itu berdiri di samping kedua rasul itu, mereka tidak dapat mengatakan apa-apa untuk membantahnya.” (Kis 4:14)
Pada waktu yang lain, Sdr harus bertindak lebih dari sekedar memberikan kesaksian. Sdr harus menjelaskan rencana keselamatan dan mendorong mereka untuk diselamatkan. ”Kami tahu apa artinya takut akan Tuhan, karena itu kami berusaha meyakinkan orang” (2 Kor 5:11)
Tuhan, pakailah aku untuk memenangkan jiwa bagi Yesus Kristus.
UNTUK MENERIMA BERKAT, SAUDARA HARUS MEMBERIKANNYA.
Kerendahan hati adalah esensi dari kekristenan, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya,”(Luk 9:23). Sering kali kita berpikir hanya apa yang baik untuk aku, apa yang akan membantu reputasi-ku, apa yang enak ku makan atau apa yang membuat-ku bahagia. Tetapi Sdr tidak dapat menjalani kehidupan Kristen hanya dengan berfokus ke dalam. Sdr harus memiliki motivasi keluar. Sdr dapat menjalani kehidupan dengan menjadi berkat bagi orang lain jika Sdr terus menerus bertanya, ”Tuhan, bagaimana aku dapat memberi nilai tambah kepada orang lain?”

DAMPAK DARI MENCARI BERKAT ALLAH DENGAN CARA YANG TIDAK HALAL

Kejadian 27:1-29

Siapa pun kita pasti butuh berkat. Karena kerinduan untuk mendapatkan berkatlah, manusia rela bekerja keras tanpa kenal lelah. Orang sering berkata, “Untuk mendapatkan berkat, manusia seringkali menjadikan kaki menjadi kepala dan kepala menjadi kaki”. Artinya, manusia tidak mengenal lelah dan berjuang dengan sangat gigih, demi mendapatkan berkat. Tidak ada yang salah dengan semua ini. Saudara-saudara kita berkata, “Allah tidak akan akan mengubah nasib sebuah kaum, tanpa kaum itu sendiri berusaha untuk mengubahnya.” Sebagai orang Kristen yang benar, kita harus bertanggung jawab untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarga kita. Tetapi jangan lupa, Tuhan sangat menghendaki kita menghidupi keluarga dengan berkat-berkat-Nya yang kita dapatkan dengan cara yang halal, benar, dan dikenan Tuhan. Dengan berpegang kepada prinsip ini, kita sedang belajar mengelola hidup yang berhasil dan beruntung di hadapan Tuhan dan menjadi berkat serta kesaksian bagi sesama kita di dunia ini. Salah satu ciri orang Kristen yang bertumbuh dan semakin dewasa dapat terlihat dari bagaimana cara orang tersebut mendapatkan berkat untuk menghidupi keluarganya. Orang Kristen sama sekali tidak dikenan Tuhan jika dalam kondisi sulit berkata, “Jangankan yang halal, yang haram pun susah”. Tuhan mengasihi orang yang berusaha melakukan kehendak-Nya (Ams. 15:9b). 
Dalam bacaan kita kali ini, kita akan melihat bagaimana Yakub mendapatkan berkat dan apa saja yang terjadi bagi kehidupannya sesudah mendapatkan berkat. 

DALAM AYAT 1-4 : ISHAK INGIN MEMBERKATI ESAU
Pertama-tama, perlu kita ketahui bahwa ketika Ishak ingin memberkati anaknya, itu berarti janji Allah juga. Itu sebabnya, siapa yang mendapat berkat itu, maka dari dialah nantinya akan lahir Seorang Juruselamat. 

1. Ishak sudah tua dan matanya telah kabur. (Ishak berumur 60 tahun ketika Esau dan Yakub lahir (25:26). Ketika Yakub melarikan diri ke rumah pamannya Laban, Yakub diperkirakan berumur 77 tahun, berarti Ishak telah berumur 137 tahun. Ishak meninggal umur 180 tahun (35:28))
2. Ishak memanggil Esau dan menyuruhnya untuk memburu seekor binatang serta memasaknya seperti masakan kesukaannya. 
3. Setelah memakannya, Ishak akan memberkati Esau sebelum ia mati (4b,7b, 10b)

DASAR PEMIKIRAN ISHAK INGIN MEMBERKATI ESAU :
1. Ishak lebih sayang kepada Esau, sebab ia suka makan daging buruan (25:28). Pilih kasih jelas merusak keutuhan dalam keluarga. 
2. Esau adalah anaknya yang sulung (anak pertama ~ 25:25) 

Di dalam Alkitab, putra sulung mewarisi hak-hak istimewa yang spesial. Ada perbedaan besar antara seorang putra dan seorang putra sulung. 

Tanda-Tanda Putra Sulung : 
• Memiliki kuasa dan otoritas di antara saudara-saudaranya 
Ket : Ruben memiliki kuasa dan otoritas atas adik-adiknya, karena ayah absen [tidak hadir]
• Memiliki wibawa, kemuliaan, hormat
Ket : Ruben sangat dihormati dan ditakuti adik-adiknya. Ketika putra-putra Yakub bersekongkol melawan Yusuf, suara Ruben sang putra sulunglah yang menyelamatkan Yusuf dari kematian [Kej. 37:21-22]
• Memiliki tanggung jawab terhadap adik-adiknya
• Menjadi kepala keluarga ketika ayahnya tidak ada
• Mendapat dua bagian dari harta pusaka 
Ket : Putra sulung menerima porsi ganda atas harta warisan [Ul. 21:15-17]
• Hak atas kerajaan dan keimamatan

Ishak hanya memakai pikirannya untuk menilai apa yang benar menurut dirinya. Penerapan : Kita sering melakukan hal yang sama. Jika menurut pemikiran dan pengalaman kita itu yang paling benar, maka hal itulah yang kita lakukan secara sungguh-sungguh, padahal apa yang baik dan benar menurut kita belum tentu baik dan benar menurut Tuhan. Sesungguhnya, Ishak tidak boleh berbuat demikian. Mengapa? Karena Allah telah tegas dan jelas menyatakan kepadanya dan kepada Ribkha, isterinya bahwa bukan Esau, tetapi Yakublah yang akan menjadi ahli waris dari janji (berkat) tersebut (25:22-23). Mungkin kita akan berkata dan protes dalam hati : “Berarti TUHAN itu tidak adil dong”. Kesannya sih seperti itu, tetapi sebenarnya tidak begitu. Dua fakta bisa kita tunjukkan : (1) Esau memandang ringan, rendah, bernafsu rendah, dan meremehkan hak kesulungannya [Kej. 25:29-34]. Ia ‘bernafsu rendah” [Ibr. 12:16]. Bernafsu rendah = tidak hormat, tidak respek, tidak saleh. Orang yang bernafsu rendah artinya orang yang memperlakukan hal-hal yang kudus secara remeh dan menghina. Ini sama dengan seseorang yang telah menjual pelayanan, pernikahan, reputasi, dan jiwanya untuk hal-hal yang menyenangkan tetapi bersifat sesaat dan dosa. Esau merupakan gambaran manusia yang kekurangan visi yang jauh ke depan, ia hanya hidup untuk ‘hari ini” dan untuk hawa nafsu makannya yang sekarang. Allah telah melihat jenis hati yang Esau miliki sebelum ia lahir. Itu alasan Allah menyatakan “anak yang tua akan menjadi hamba kepada anak yang muda”. [Kej. 25:23]. (2). Pernikahannya dengan dua wanita yang bukan pengikut Allah yang benar (26:34-35). Tindakan ini menunjukkan tidak adanya perhatian kepada berkat-berkat perjanjian Allah. Pernikahannya itu di luar garis perjanjian. 

Dalam konteks ini, Ishak tidak mengindahkan firman Tuhan dan mengikuti apa yang benar menurut pikirannya oleh karena ia lebih sayang kepada Esau daripada Yakub. Penerapan : Kecenderungan kasih manusia : “Melakukan apa yang aku sukai kepada orang yang aku sukai, bukan melakukan apa yang Tuhan sukai meskipun hal itu tidak aku sukai”. Artinya, manusia cenderung lebih mengikuti kata hati daripada mengikuti kata firman. Biasanya, kita akan bersemangat dan senang melakukan firman Tuhan itu, jika hal itu sesuai dengan yang aku sukai. 

DALAM AYAT 5-10 : RIBKHA INGIN SUPAYA ISHAK MEMBERKATI YAKUB
1. Ribkha medengar apa yang diucapkan Ishak kepada Esau
2. Ribkha memberitahukan ucapan Ishak kepada Yakub dan ia tidak mau Esau yang mendapatkan berkat. Itu sebabnya, ia mengusulkan supaya Yakub menyiapkan makanan yang menjadi kesukaan ayahnya, Ishak. 
3. Ribkha berperan aktif menyiapkan segala sesuatunya

ADA MASALAH DALAM MENJALANKAN RENCANA MEREKA (11-17)
1. Esau, seorang yang berbulu badannya, sedangkan Yakub, kulitnya licin
2. Yakub takut kedok mereka ketahuan, jika hal itu terjadi, maka bukan justru berkat yang ia dapat, tetapi kutuk
3. Ribkha meyakinkan Yakub, bahwa jika sampai ketahuan, maka dia siap menanggung kutuk itu. Ribkha tidak mau rencana ini gagal dan tidak mau menyia-nyiakan kesempatan. Inilah waktunya, jika sampai ditunda dan mencari alasan karena takut, maka akan ketinggalan, artinya berkat keburu diserahkan kepada Esau. Di sini jelas kelihatan, Ribkha sedag menolong Tuhan?
4. Yakub melakukan apa yang diperintahkan ibunya
5. Penipuan pertama : Ribkha mengambil pakaian yang indah kepunyaan Esau dan disuruhnya dikenakan Yakub
6. Penipuan kedua : Ribkha membalutkan kulit anak kambing itu ke kedua tangan Yakub dan pada lehernya yang licin. Ribkha menyerahkan makakan yang enak itu kepada Yakub

DASAR PEMIKIRAN RIBKHA SUPAYA ISHAK MEMBERKATI YAKUB :
1. Ribkha lebih mengasihi Yakub (25:28)
2. Ribkha yang menerima firman Allah dulu tentang kedua anaknya (25:22-23)

Cara atau jalan yang ditempuh oleh Ribkha supaya Ishak memberkati Yakub tidaklah benar karena ia menipu suaminya yang hampir buta. Tugas Ribkha yang sesungguhnya adalah memperingatkan Ishak kepada firman Allah

CARA YAKUB UNTUK MENDAPATKAN BERKAT (18-25)
1. Yakub masuk ke tempat ayahnya dan Ishak bertanya: “Siapakah engkau”?
2. Yakub berbohong denan mengatakan bahwa ia adalah Esau, anak sulungnya. 
3. Yakub berkata bahwa ia telah melakukan apa yang dikatakan Ishak kepadanya. Ia berkata supaya ayahnya memakan apa yang telah disiapkan supaya setelah makan, Ishak pun memberkatinya
4. Ishak terheran dan seperti memuji Yakub karena ia begitu cepat mendapatkan
5. Yakub kembali berbohong, bahkan melibatkan nama Tuhan dalam berbohong untuk meyakinkan ayahnya
6. Ishak mengusulkan supaya Yakub datang mendekat sehingga bisa diraba untuk meyakinkan apakah benar bahwa dia itu Esau. Setelah Yakub mendekat, Ishak curiga karena suara adalah suara Yakub, tetapi tangan adalah tangan Esau
7. Ishak hendak memberkati Yakub, tetapi ia masih bertanya: “Benarkah engkau ini anakku Esau?” Pertanyaan ini memberikan kesempatan sekali lagi kepada Yakub untuk meninggalkan jalannya yang salah itu. Dalam Alkitab, Tuhan sering memberikan kesempatan kepada orang berdosa untuk mengubah sikapnya. Bagi yang mempergunakan kesempatan tersebut dan hasilnya baik, tetapi sebaliknya, ada juga orang berdoa yang bertegar tengkuk dalam dosanya, akhirnya membuat dosa semakin menjadi besar. Inilah yang dilakukan Yakub, Adam, dan Gehazi (2 Raja. 5:25).

ISHAK AKHIRNYA MEMBERKATI YAKUB (26-29)

1. Ishak memberkati Yakub dan tetap menjadi orang yang diberkati dan menerima berkat, meskipun Yakub memperolehnya dengan cara menipu dan membohongi Ishak. 
2. Kalau begitu, bisakah kita memperoleh atau mendapatkan berkat dengan cara yang haram atau tidak benar? Jawabannya : TIDAK. Tujuan yang baik harus didapatkan dengan cara yang baik pula, tujuan yang benar harus dicapai dengan cara yang benar juga. Lihat : Abraham atas usul Sara yang memberikan Hagar jadi isterinya. Bandingkan dengan Yesus : Tujuan yang benar dicapai dengan cara yang benar
3. Ribkha bersalah/berdosa. Hukumannya : Ia harus menanggung penderitaan terpisah dari anak kesayangannnya dalam waktu yang cukup lama, bahkan sampai matinya pun ia tidak lagi bertemu dengan Yakub stelah melarikan diri ke Laban
4. Yakub bersalah/berdosa. Tuhan tetap Tuhan yang adil. Akibatnya : Yakub harus melarikan diri ke rumah pamannya Laban karena Esau berencana akan membunuhnya. Yakub ditipu oleh Laban, pamannya dalam hal pernikahannya dan dalam hal upahnya. (31:6-7)


Sumber :
http://gkri-lahai-roi.blogspot.com/2010/02/dampak-dari-mencari-berkat-allah-dengan.html

Menghargai Berkat Tuhan

Ayat bacaan:Yohanes 6:12
"Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang."

Tidak sedikit orang tua yang mengajarkan anaknya untuk tidak membuang-buang atau menyisakan makanan di piring mereka. Dan istri saya termasuk orang yang pernah mendapat didikan seperti itu dengan cukup keras. Ketika ia kecil, ia pernah mengambil makanan sangat banyak dalam satu piring, dan ibunya membiarkan hal itu. Ketika ia hanya menghabiskan sedikit, sang ibu kemudian memarahinya dan memaksanya untuk menghabiskan semuanya, meski kenyang atau apapun alasannya. Hal ini membuatnya kemudian belajar untuk mengambil secukupnya, tidak menumpuk makanan di piring lagi untuk kemudian dibuang ke tempat sampah. 

Ada banyak di antara kita yang berpikir hal seperti itu tidak masalah. Bukankah uang yang dipakai untuk membeli pun juga uang kita? Mengapa kita harus repot jika makanan itu berlebih dan dibuang? Benar, itu uang kita. Tetapi pernahkah kita berpikir bahwa berkat itu berasal dari Tuhan dan bukan untuk disimpan sendiri, apalagi dibuang-buang? Ketika kita menghamburkan uang untuk menyediakan makanan lebih daripada kebutuhan lalu kemudian dibuang, apakah kita ingat ada banyak gelandangan dan anak-anak yang kelaparan, yang mungkin akan berpesta dengan segenggam saja sisa makanan yang terbuang itu? Ketika kita berpesta pora, pedulikah kita bahwa di sisi lain ada anak yang tengah menangis kelaparan? Perhatikanlah, Tuhan tidak menyukai sikap seperti itu. Kita bisa melihat sebuah contoh dari peristiwa yang sudah tidak asing lagi bagi kita, yaitu ketika Yesus membuat mukjizat yang mampu mengenyangkan 5000 orang, belum termasuk anak-anak dan wanita lewat lima roti dan dua ikan.

Ketika itu Yesus baru saja membuat mukjizat luar biasa dengan sisa makanan yang seadanya sehingga mampu memberi makan ribuan orang sekaligus."Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki."(Yohanes 6:11). Mereka boleh makan sebanyak yang mereka kehendaki. Mereka disini bukan berbicara puluhan atau ratusan, tetapi ribuan orang. Lalu lihat ayat berikutnya berkata seperti ini:"Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya:"Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang."(ay 12). Ketiga Penulis Injil lainnya pun mencatat mengenai pengumpulan potongan-potongan tersisa ini. (Matius 14:20, Markus 6:43 dan Lukas 9:17. Lihatlah bahwa Tuhan Yesus mengingatkan kita untuk tidak membuang-buang sisa makanan seenaknya. Dia meminta kita untuk mengumpulkan sisanya, agar tidak ada yang terbuang.

Apa yang kita makan saat ini merupakan berkat tak terhingga dari Tuhan. Ini adalah hal yang penting untuk diingat. Itulah sebabnya dengan tidak membuang-buang makanan, itu artinya kita menghargai berkat yang diberikan Tuhan termasuk pula menghargai Sang Pemberinya. Di sisi lain itu juga menunjukkan bahwa kita memiliki kepedulian terhadap sesama kita atas dasar kasih, tepat seperti hukum kedua dari yang diajarkan Yesus. (Matius 22:34-40). Dengan membuang-buang makanan seenaknya itu artinya kita tidak menghargai pemberian Tuhan dan tidak memiliki empati terhadap penderitaan sesama. Hal ini tentu bukan sesuatu yang baik di mata Tuhan. Apalagi jika kita ingat sebuah ayat yang berbunyi:"Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."
Ada banyak orang yang lebih suka membuang makanannya daripada dibagikan kepada sesama. Tidak perlu jauh-jauh, mungkin tetangga kita sendiri saat ini sedang membutuhkan makanan. Ada banyak pula yang hanya memberi karena mengharapkan balasan atau memiliki kepentingan tertentu, bukan atas dasar kasih. Semua itu bukanlah sesuatu yang baik di mata Tuhan.  Kita mengucap syukur atas makanan dan minuman yang terhidang di hadapan kita, dan jika kita buang, bukankah itu artinya kita membuang berkat yang berasal dari Tuhan? Tidakkah akan jauh lebih baik apabila kita mempergunakannya untuk memberkati orang lain? Sudahkah kita memperlakukan berkat dari Tuhan dengan benar? Ingatlah bahwa apa yang kita miliki saat ini bukanlah hasil usaha kita semata, tetapi juga merupakan berkat yang indah dari Tuhan.Hari ini marilah kita bersama-sama belajar menghargai berkat Tuhan, mensyukuri segala yang telah Dia berikan kepada kita, dan memakainya untuk memberkati orang lain.
Membuang berkat Tuhan berarti tidak menghargai Sang Pemberi

Sumber :
http://renungan-harian-online.blogspot.com/2010/08/menghargai-berkat-tuhan.html

Kamis, 26 Juli 2012

Kesetiaan yang mendatangkan berkat Tuhan

Bacaan:
Keluaran 19:5 Sekarang kalau kamu taat kepada-Ku dan setia kepada perjanjian-Ku, kamu akan Kujadikan umat-Ku sendiri. Seluruh bumi adalah milik-Ku, tetapi kamu akan menjadi milik kesayangan-Ku,
Tuhan memiliki rencana khusus bagi setiap orang, setiap institusi atau setiap bangsa. Tuhan ingin berbagi rencana itu dengan kita dan membantu kita memenuhi rencanaNya itu. Itu adalah panggilan kita (our calling).
Dalam Efesus 2:10 Paulus mengatakan:” Kita adalah ciptaan Allah, dan melalui Kristus Yesus, Allah membentuk kita supaya kita melakukan hal-hal yang baik yang sudah dipersiapkan-Nya untuk kita. “
Rencana Tuhan itu sudah dipersiapkan dan ditetapkan kepada kita sebelum Ia membentuk kita dalam kandungan Ibu kita. Rencana Tuhan itu adalah rencana kebaikan, suatu rancangan damai sejahtera, meminjam istiah Paulus, agar kita melakukan hal-hal yang baik.
Untuk melaksanakan rencana yang Tuhan telah persiapkan bagi kita, Tuhan meminta kita taat, setia dalam setiap perkara kepadaNya, setia kepada perjanjian Tuhan dengan kita. Kesetiaan kepada Tuhan merupakan kunci, syarat mutlak untuk membuka gudang berkat Tuhan.
Dalam setiap hubungan, kesetiaan merupakan syarat mutlak. Kalau kita membuat perjanjian dengan orang lain, dan kita tidak setia, maka hubungan itu sudah putus, hak-hak kita dalam perjanjian itu juga hilang. Begitu juga dalam hubungan dengan Tuhan. Tanpa kesetiaan kepada Tuhan, tanpa kesetiaan kepada perjanjian dengan Tuhan, maka tak ada ikatan hubungan dengan Tuhan, tak ada hak bagi kita untuk menerima berkat Tuhan, dan tak ada kewajiban bagi Tuhan untuk membantu kita.
Dalam bacaan kita, Tuhan mengatakan: kalau kamu taat kepada-Ku dan setia kepada perjanjian-Ku, kamu akan Kujadikan umat-Ku sendiri. Seluruh bumi adalah milik-Ku, tetapi kamu akan menjadi milik kesayangan-Ku.
Kalau kita setia, kalau kita menjaga kesetiaan kita, menjaga loyalitas kita kepada hubungan atau perjanjian yang sudah kita ikrakan dengan Tuhan, maka Tuhan menjadikan kita umatNya. Bukan sekedar umat yang biasa-biasa saja, bukan sekedar hubungan yang biasa-biasa saja, tetapi suatu hubungan yang sangat mesra, suatu hubungan yang sangat akrab, bagaikan Bapa dengan anaknya. Kita menjadi milik kesayangan Tuhan. Tuhan berkata bahwa meskipun ia memiliki seluruh dunia ini, tetapi kitalah yang paling disayanginya. Tak ada sesuatu dari seluruh ciptaan Tuhan ini yang memiliki derajat setinggi seperti orang-orang yang setia kepada Tuhan.
Begitu kita menjaga kesetiaannya dan ketulusan di hadapan Tuhan, tetap teguh memegang perjanjian kita dengan Tuhan, maka seluruh alam semesta ini maupun unsur-unsur di surga disiapkan, dialokasikan atau diatur untuk pemenuhan kehendak Tuhan dalam diri kita, yaitu melakukan hal-hal yang baik.
Tuhan memiliki rencana bagi kita, tetapi rencana Tuhan ini memerlukan ketaatan, kesetiaan kita. Kesetiaan kita kepada Tuhan akan memberikan kita kekuatan untuk mengatasi rintangan kita, mengatasi persoalan-persoalan kita, bahkan memberikan kita sayap untuk terbang tinggi menggapai hal-hal yang diluar jangkauan kita sendiri.Bangsa Israel telah memberikan contoh ketika mereka setia dengan perintah Tuhan. Dalam cerita kejatuhan kota Yericho, Tuhan menyuruh mereka hanya berjalan mengelilingi kota Yericho dengan tembok pertahanan yang sangat kuat selama tujuh hari tanpa bersuara. Pada hari ketujuh mereka berjalan 7-kali dan pada kali ke-7 ketika mereka meniup terompet, rubuhlah tembok pertahanan kota yang sangat kuat tersebut.
Kunci sukses kita sebagai pribadi, sebagai institusi atau sebagai bangsa adalah setia kepada Tuhan. Setia kepada Firman Tuhan. Setialah, maka semuanya akan diberikan kepada kita. Amin.

Sumber :
http://dmanongga.blog.co.uk/2010/02/12/kesetiaan-yang-mendatangkan-berkat-tuhan-7998370/

Tiga Hal Ukuran Kesetiaan Anda Akan Berkat Tuhan

Berkat yang Tuhan berikan kepada anda adalah sebuah ujian. Ujian bagi kesetiaan anda. Tuhan ingin menguji anda dengan setiap berkat yang Dia berikan setiap hari. Apakah dengan berkat sebesar Rp 1 juta anda akan tetap setia kepadaNya atau tidak. Jika anda tetap setia maka anda akan diberikan Rp 2 juta. Jika anda tetap setia pula maka anda akan diberikan berkat lebih besar lagi dan seterusnya.

Lantas apakah ukuran kesetiaan anda itu di mata Tuhan? Ada beberapa hal:
1. Apakah berkat itu menjauhkan anda dari Tuhan atau tidak.Ada banyak orang waktu nganggur sangat dekat dengan Tuhan. Tiap hari nangis-nangis di kaki Tuhan. Tapi ketika sudah ada usaha atau pekerjaan lupa Tuhan. Alasan sibuk, ketemu costumer, meeting dll. Orang jenis begini tidak akan menerima berkat yang lebih dari Tuhan.

2. Apakah berkat itu anda gunakan dengan bijaksana?
Banyak orang begitu terima berkat yang dipikirkan adalah memuaskan hawa nafsunya. Segala keinginan dipuaskannya dengan berkat Tuhan itu termasuk berbuat kejahatan. Tuhan tidak suka dengan sikap seperti ini. Tuhan lebih menghargai kesetiaan dan kasih. Maka itu begitu anda terima berkat segera sisihkan untuk pekerjaan Tuhan, untuk gereja, untuk pelayanan, untuk keluarga anda. Dan jangan sekali-kali menggunakan berkat itu untuk kejahatan.

3. Apakah berkat itu membuat anda rendah hati?
Ada orang saat susah sangat peduli dengan orang lain, selalu memberi senyum dan ramah. Namun begitu mulai banyak berkat lupa akan orang lain, menjadi sombong dan pelit. Berkat yang banyak membuat dia melihat orang dengan sebelah mata bahkan tidak mempedulikan teriakan orang lain minta tolong. Dia berjalan dengan angkuh seolah tidak mengenal tetangga dekat. Dan ketika saudara atau pelayanan butuh dana dia sangat pelit mengeluarkannya.

Tiga hal ini merupakan ukuran kesetiaan anda dengan berkat yang Tuhan percayakan kepada anda. Sudahkah anda setia dengan berkat yang Tuhan berikan kepada anda?

Lukas 16:10  "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

Lukas 16:11  Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?

Sumber :
http://www.terangdunia.com/index.php?option=com_content&view=article&id=812:tiga-hal-ukuran-kesetiaan-anda-akan-berkat-tuhan&catid=62:hendra-kasenda&Itemid=99

Selasa, 24 Juli 2012

MEMPEROLEH BERKAT LEBIH

Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 1 Mei 2012 -

Baca:  Efesus 3:14-21

"Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,"  Efesus 3:20

Setiap orang tentunya tidak ingin hidup dalam kekurangan atau pas-pasan.  Kita pasti ingin mendapatkan sesuatu yang lebih.  Seorang pelajar atau mahasiswa tentunya tidak ingin meraih nilai yang pas-pasan.  Ia akan tekun belajar sampai ia memperoleh nilai yang memuaskan atau di atas rata-rata;  seorang karyawan rela kerja lembur hingga larut dengan harapan akan mendapatkan penghasilan atau gaji lebih dari biasanya.  Semua orang bekerja keras dan melakukan berbagai usaha untuk mendapatkan hasil yang lebih.

     Sayangnya saat ini banyak orang telah menempuh jalan yang sesat, tidak halal, melanggar hukum, mengesampingkan rasa malu, mengorbankan harga diri, hidup dalam ketidaktaatan demi mendapatkan hasil yang lebih.  Mereka terlibat dalam berbagai skandal:  penyalahgunaan kekuasaan atau jabatan dengan melakukan kecurangan dalam hal keuangan (korupsi), memanipulasi pajak, menekan upah buruh dan sebagainya.  Alkitab dengan keras memperingatkan:  "Orang yang menabur kecurangan akan menuai bencana,"  (Amsal 22:8a).  Sebagai orang percaya, jangan sekali-kali kita melakukan perbuatan yang menyimpang dari firman Tuhan, karena hal itu adalah dosa.  Bukan hanya mempermalukan nama Tuhan, tapi kita juga harus mempertanggungjawabkannya di hadapan Tuhan kelak.  Ingat!  Asal kita hidup dalam kebenaran (taat), maka berkat-berkat Tuhan akan dicurahkan atas kita.

     Untuk mendapatkan hasil yang lebih atau mengalami berkat-berkat Tuhan kita dapat belajar dari salah satu tokoh Alkitab yaitu Salomo.  Ketika bertemu dengan Tuhan Salomo mendapatkan berkat-berkat yang luar biasa, lebih dari yang diduga.  Padahal ia hanya meminta hikmat kepada Tuhan.

"...engkau telah meminta hal yang demikian dan tidak meminta umur panjang atau kekayaan atau nyawa musuhmu, melainkan pengertian untuk memutuskan hukum, maka sesungguhnya Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu itu, sesungguhnya Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorangpun seperti engkau, dan sesudah engkau takkan bangkit seorangpun seperti engkau."  (1 Raja-Raja 3:11-12).

Sumber :
http://airhidupblog.blogspot.com/2012/05/memperoleh-berkat-lebih-1.html

JANJI DAN KESETIAAN ALLAH TERHADAP UMAT-NYA

Pembacaan Alkitab: Gal. 3:29; 2 Ptr. 1:4; Ibr. 10:23; Rm. 4:21

Alkitab adalah sejilid buku yang berisi janji-janji Allah terhadap umat-Nya. Namun Alkitab
bukan hanya berisi janji-janji Allah, tetapi juga berisi penggenapan dari janji-janji-Nya. Dari Alkitab
kita tahu bahwa Allah selalu menepati janji-janji-Nya. Penggenapan janji Allah menunjukkan
kesetiaan Allah. Allah tak pernah menarik kembali atau merubah janji-janji-Nya. Mazmur 89:35
mengatakan, “Aku tidak akan melanggar perjanjian-Ku, dan apa yang keluar dari bibir-Ku tidak
akan Kuubah.” Puji Tuhan! Di antara sekian banyak janji Allah di dalam Alkitab, ada satu janji yang
sangat besar, yang penggenapannya membuat segala bangsa diberkati. Janji apakah itu? Bagaimana
Allah menggenapinya? Bagaimana agar kita dapat menikmati penggenapan dari janji itu?
Kesetiaan Allah kepada kita ternyatakan melalui penggenapan janji-Nya kepada Abraham.
Galatia 3:29 mengatakan, “Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah
keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.” Saudara saudari terkasih, penggenapan janji
Allah kepada Abraham sangat berkaitan dengan kita hari ini, sebab di dalam iman, kita mewarisi janji
Allah. Dalam Alkitab, kita dapat melihat bahwa Allah menjanjikan setidaknya dua hal kepada
Abraham. Kejadian 12:7 mencatat “Ketika itu TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan
berfirman: ‘Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu.’ Maka didirikannya di situ
mezbah bagi TUHAN yang telah menampakkan diri kepadanya.” Jadi, janji yang pertama adalah
berkaitan dengan tanah atau negeri; bahwa Allah akan memberikan tanah permai kepada Abraham
dan keturunannya. Kemudian Kejadian 22:17-18 mencatat, "Maka Aku akan memberkati engkau
berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti
pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya. Oleh keturunanmulah
semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku." Berkat
kedua ini berkaitan dengan keturunan; bahwa Allah akan menjadikan keturunan Abraham sangat
banyak dan oleh keturunannya semua bangsa di bumi akan mendapat berkat.
Untuk menggenapkan tujuan Allah, diperlukan dua hal: keturunan dan tanah. Keturunan, pertamatama
adalah Kristus yang individual (Gal. 3:16) dan kemudian Kristus yang korporat (1 Kor. 12:12),
tersusun dari Kristus sebagai Kepala dan seluruh kaum beriman-Nya (Gal. 3:29) sebagai Tubuh.
Tanah adalah Kristus sebagai Roh pemberi-hayat yang almuhit, yang di dalamnya kaum beriman
hidup (Ul. 8:7-10); tanah juga adalah gereja sebagai perluasan, penyebaran Kristus. Untuk memenuhi
tujuan Allah, kita perlu menerima anugerah Allah supaya Kristus dapat digarapkan ke dalam kita
sebagai keturunan dan diperhidupkan dari kita sebagai tanah untuk menjadi hidup gereja kita,
sehingga kita dapat menikmati perhentian Allah, mengalahkan musuh Allah, dan mendirikan Kerajaan
Allah dengan tempat tinggal-Nya untuk ekspresi-Nya dan perwakilan-Nya. Keturunan dan tanah itu
melambangkan Kristus yang almuhit dalam wujud Roh pemberi hayat sebagai berkat Injil. Puji
Tuhan, bahwa janji Allah kepada Abraham bagi kita hari ini telah menjadi suatu wasiat, sudah genap,
sehingga sekarang bisa kita nikmati dan alami.
Kesetiaan Allah dalam menggenapi janji-Nya dinyatakan di dalam Kristus. Kristus telah datang
untuk memenuhi semua tuntutan hukum Taurat oleh kematian-Nya yang almuhit sehingga semua
bangsa yang tadinya terpecah-belah dan berada di bawah kutuk kini menerima berkat yang dijanjikan
– yakni Roh itu (Rm. 10:4; Gal. 3:13-14). Tidak hanya itu, di dalam Kristus, kita adalah keturunan
Abraham, ahli-ahli waris menurut janji Allah (Kis. 2:39; Gal. 3:29). Sekarang, di pihak kita,
diperlukan iman. Jalan untuk menerima berkat yang dijanjikan itu adalah dengan iman. Di dalam
iman kita menikmati anugerah, yaitu Allah Tritunggal yang telah melalui proses menjadi Roh pemberi
hayat almuhit bagi kenikmatan kita (Gal. 3:14).
Dari gambar yang diperlihatkan kepada kita tentang penggenapan janji Allah kepada Abraham
yang pada akhirnya membuat berkat itu menjadi warisan kita, kita bisa melihat kesetiaan Allah. Allah
adalah setia, artinya, apa pun yang telah dijanjikan-Nya, akan Ia penuhi (Ibr. 10:23). Meliputi apa
sajakah kesetiaan-Nya? Saudara saudari terkasih, menurut kesetiaan-Nya, Ia akan meneguhkan kita
sampai kepada kesudahannya, membuat kita tak bercacat pada hari kedatangan Tuhan (1 Kor. 1:8).
Menurut kesetiaan-Nya pula, Ia telah memanggil kita ke dalam persekutuan, partisipasi dalam PutraNya,
dan Ia akan menjaga kita dalam partisipasi dan kenikmatan ini dalam kepenuhan-Nya (1 Kor.
1:9). Saudara saudari, Allah pun setia dalam firman-Nya (1 Yoh. 1:10), firman kebenaran Injil-Nya
(Ef. 1:13), yang memberi tahu kita bahwa Ia akan mengampuni kita dari dosa-dosa kita karena Kristus
(Kis. 10:43). Berkenaan dengan kehidupan kita, Allah dalam kesetiaan-Nya tidak akan membiarkan
pencobaan apa pun yang menimpa kita melampaui kekuatan kita, tetapi Ia selalu memberikan jalan
keluar kepada kita (1 Kor. 10:13). Terakhir, Allah yang setia yang telah memanggil kita akan
menguduskan kita seluruhnya dan memelihara seluruh diri kita dengan sempurna dengan tak bercacat
pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita (1 Tes. 5:23-24).
Mungkin Anda bertanya, bagaimana agar mengalami janji dan kesetian Allah itu? Pertama-tama,
konsepsi kita harus benar. Kita harus jelas bahwa janji-janji Allah kepada umat-Nya di dalam Alkitab
terutama ditujukan pada berkat yang rohani, bukan hal-hal yang bersifat materi dan bumiah (Ef. 1:3;
Gal. 3:14; 2 Ptr. 1:4). Di dalam Perjanjian Lama memang janji Allah berkaitan dengan hal-hal materi,
namun semuanya itu adalah bayangan dari berkat rohani yang akan Allah berikan kepada umat
Perjanjian Baru. Kedua, terhadap janji Allah, kita harus memiliki keyakinan bahwa Allah yang
menjanjikan itu layak dipercaya, dapat disandari, tidak lalai dalam menepati janji-Nya. Hanya Allah
yang dapat kita percayai, sebab Ia bukan hanya berjanji tetapi juga berkuasa untuk melaksanakan apa
yang telah Ia janjikan (Rm. 4:21; Yoh. 14:1).
Respon kita terhadap janji dan kesetiaan Allah adalah iman kita. Iman yang sejati adalah hanya
percaya firman Allah, tidak percaya pengalaman diri sendiri, tidak percaya perasaan diri sendiri, tidak
percaya lingkungan yang gelap. Hanya firman Allah yang benar! Kalau situasi dan pengalaman sesuai
dengan firman Allah, kita memuji dan bersyukur kepada Allah! Kalau situasi dan pengalaman tidak
sesuai dengan firman Allah, maka hanya firman Allah saja yang benar. Apa saja yang berlawanan
dengan firman Allah adalah palsu. Firman Allah itu murni, teguh, kukuh, tidak pernah berubah, dan
berkuasa (Mat. 5:18; Mzm. 12:7; 19:8-10; Luk. 1:37).
Puji Tuhan! Menurut kesetiaan-Nya, kita bisa menikmati semua kekayaan warisan janji-janji
Allah yang berharga dan yang sangat besar (2 Ptr. 1:4). Tujuannya adalah supaya pada akhirnya kita
berbagian dalam sifat Allah dengan segala unsur-unsur Allah. Semakin banyak kita berbagian dalam
sifat Allah, semakin banyak kekudusan, kasih, kebenaran, kebaikan, dan segala macam kebajikan
Allah tersusun di dalam kita, yang pada akhirnya akan diwujudkan dalam kemuliaan Allah. Haleluya!

Sumber :
http://pemulihan.or.id/Photo/blog/30_2_4-Photo.pdf

BERKAT BERKAT ORANG KRISTEN AMSAL 11:1

Berkat berkat orang beriman itu datangnya dari Tuhan. Ada macam macam cara atau saluran untuk mendapatkan berkat Tuhan dengan limpah, sebab memang itu kehendak Tuhan Yoh. 10:10B. Setiap saluran ini dapat memberi kelimpahan yang besar, sebab setiap Firman Tuhan itu kalau dipegang pasti jadi Luk.1:37. Tentu paling baik apabila seluruh perjanjian dalam Alkitab kita pegang, sehingga hidup kita ini benar benar terpelihara dengan jaminan rangkap.

Ada beberapa saluran antara lain:
1. Dengan iman Mark.9:23/11:24.
Salah satu tanda khas dari iman yaitu adanya kata kata iman Roma 10:8. dan ucapan syukur Ef.5:20. Dengan iman kita dapat mengambil berkat berkat besar yang sudah dan memang disediakan Tuhan.
2. Tinggal didalam Tuhan Yoh.15:3-5, dan selalu mentaati Firman Tuhan Maz.1:1-3; Yus.1:8. Maka doa kita akan dijawab dan mendapatkan sukses yang besar. Taat akan firman Tuhan pasti akan hidup limpah.
3. Mendahulukan Tuhan, mencari kerajaan Surga lebih dahulu Mat 6:33. ada banyak bukti tentang hal ini (kesaksian), pasti akan mengalami.
4. Perpuluhan Mal.3:10. ini masih tetap berlaku baik dalam perjanjian lama dan perjanjian baru. Banyak orang bersaksi, bagaimana dari n o l, dengan perpuluhan, mereka menerima berkat – berkat Tuhan.
5. Hukum tabur menuai Gal.6:7-8: Maz.126:5-6. kalau kita memberi dengan limpah kepada Tuhan, maka Tuhan akan memberi dengan ukuran yang melimpah bahkan ditambahkan lagi Mark 4:24: Luk.6:38
6. Membalas orang tua 1 Tim 5:4. Bukan hanya dengan kata kata dan sikap, juga dengan uang dan pemberian, maka Tuhan akan memberkati kembali dengan limpah. Beberapa yang tidak mau membalas orang tuanya tidak mempunyai berkat dari Tuhan.
7. Suka memberi / hati murah Kis.20:35. hal ini diberkati oleh Tuhan. Nasib orang yang suka memberi itu jauh lebih baik daripada orang orang yang suka meminta minta. Ini ketentuan Firman Allah
8. Mengasihi Allah, maka berkat itu datang dengan sendirinya Maz.127:2. seolah olah orang itu pasif tetapi berkat itu datang mencari orang itu dengan aktif, jadi sungguh Allah itu luar biasa. Bahkan seringkali dengan cara heran, lewat macam macam jalur yang celakapun Allah dapat mengubah menjadi berkat berkat yang besar. Rom.8:28.
Jelas kita dapat mengerti bahwa Allah yang membuat atau menentukan orang menjadi kaya. 1Sam.2:7 : Maz..75:7-8. berkat orang suci itu bukan dari hasil bohong atau kelihatan kotor. Orang dunia berkata: ”kalau tidak bohong, bagaiman bisa untung?”. Yang malas tidak akan diberkati 2 Tes3:10. Jadi harus membuang kemalasan Ams.6:6. Harus bekerja, Kej.3:19. Berusaha semaksimal mungkin, ini hanya ”saluran”atau ”wadah” untuk menerima berkat Tuhan. Tanpa berkat Tuhan, maka hasil mereka hanya sedikit. Lihat Yusuf Kej.39:2,3,5. Ishak Kej.26:12. lihat berkat Tuhan pada tahun Sabat dan tahun Yobel. Usaha dan bendangnya diberkati Tuhan Ul.28:8(1-14). Ini nyata juga dalam pengalaman Yakub yang diberkati Tuhan. Sebab itu orang suci harus berusaha apakah berjualan pisang goreng atau jualan mobil, dll. Semaksimum mungkin yang dapat diusahakan, kalau ia memegang janji Tuhan, maka pasti Tuhan akan memberkatinya dengan limpah diatas segala kemampuan kemampuannya yang wajar.
* Jadi setiap orang orang beriman harus bertindak dengan iman, hidup benar sampai dalam hati dan angan angannya sesuai dengan Firman Tuhan dan berusaha semaksimal mungkin, maka pasti Tuhan akan memberkati dengan limpahnya. Jangan ada ”tindakan penipuan”dalam perbuatan dan pikiran. Tetapi juga harus hati hati dengan srigala srigala disekitar, bertindaklah cerdik seperti ular dan tulus seperti burung merpati Mat.10:16. Maka Tuhan akan memberkati sehingga cukup pada waktunya. Jangan Kuatir, jangan bimbang, jangan ragu ragu, yakinlah janji Tuhan dan penuh syukur, carilah dahulu Kerajaan Surga.
Berkat berkat orang beriman itu datangnya dari Tuhan. Ada macam macam cara atau saluran untuk mendapatkan berkat Tuhan dengan limpah, sebab memang itu kehendak Tuhan Yoh. 10:10B. Setiap saluran ini dapat memberi kelimpahan yang besar, sebab setiap Firman Tuhan itu kalau dipegang pasti jadi Luk.1:37. Tentu paling baik apabila seluruh perjanjian dalam Alkitab kita pegang, sehingga hidup kita ini benar benar terpelihara dengan jaminan rangkap.
Ada beberapa saluran antara lain:
1.Dengan iman Mark.9:23/11:24.
Salah satu tanda khas dari iman yaitu adanya kata kata iman Roma 10:8. dan ucapan syukur Ef.5:20. Dengan iman kita dapat mengambil berkat berkat besar yang sudah dan memang disediakan Tuhan.
2.Tinggal didalam Tuhan Yoh.15:3-5, dan selalu mentaati Firman Tuhan Maz.1:1-3; Yus.1:8. Maka doa kita akan dijawab dan mendapatkan sukses yang besar. Taat akan firman Tuhan pasti akan hidup limpah.
3.Mendahulukan Tuhan, mencari kerajaan Surga lebih dahulu Mat 6:33. ada banyak bukti tentang hal ini (kesaksian), pasti akan mengalami.
4.Perpuluhan Mal.3:10. ini masih tetap berlaku baik dalam perjanjian lama dan perjanjian baru. Banyak orang bersaksi, bagaimana dari n o l, dengan perpuluhan, mereka menerima berkat – berkat Tuhan.
5.Hukum tabur menuai Gal.6:7-8: Maz.126:5-6. kalau kita memberi dengan limpah kepada Tuhan, maka Tuhan akan memberi dengan ukuran yang melimpah bahkan ditambahkan lagi Mark 4:24: Luk.6:38
6.Membalas orang tua 1 Tim 5:4. Bukan hanya dengan kata kata dan sikap, juga dengan uang dan pemberian, maka Tuhan akan memberkati kembali dengan limpah. Beberapa yang tidak mau membalas orang tuanya tidak mempunyai berkat dari Tuhan.
7.Suka memberi / hati murah Kis.20:35. hal ini diberkati oleh Tuhan. Nasib orang yang suka memberi itu jauh lebih baik daripada orang orang yang suka meminta minta. Ini ketentuan Firman Allah
8.Mengasihi Allah, maka berkat itu datang dengan sendirinya Maz.127:2. seolah olah orang itu pasif tetapi berkat itu datang mencari orang itu dengan aktif, jadi sungguh Allah itu luar biasa. Bahkan seringkali dengan cara heran, lewat macam macam jalur yang celakapun Allah dapat mengubah menjadi berkat berkat yang besar. Rom.8:28.
Jelas kita dapat mengerti bahwa Allah yang membuat atau menentukan orang menjadi kaya. 1Sam.2:7 : Maz..75:7-8. berkat orang suci itu bukan dari hasil bohong atau kelihatan kotor. Orang dunia berkata: ”kalau tidak bohong, bagaiman bisa untung?”. Yang malas tidak akan diberkati 2 Tes3:10. Jadi harus membuang kemalasan Ams.6:6. Harus bekerja, Kej.3:19. Berusaha semaksimal mungkin, ini hanya ”saluran”atau ”wadah” untuk menerima berkat Tuhan. Tanpa berkat Tuhan, maka hasil mereka hanya sedikit. Lihat Yusuf Kej.39:2,3,5. Ishak Kej.26:12. lihat berkat Tuhan pada tahun Sabat dan tahun Yobel. Usaha dan bendangnya diberkati Tuhan Ul.28:8(1-14). Ini nyata juga dalam pengalaman Yakub yang diberkati Tuhan. Sebab itu orang suci harus berusaha apakah berjualan pisang goreng atau jualan mobil, dll. Semaksimum mungkin yang dapat diusahakan, kalau ia memegang janji Tuhan, maka pasti Tuhan akan memberkatinya dengan limpah diatas segala kemampuan kemampuannya yang wajar.
* Jadi setiap orang orang beriman harus bertindak dengan iman, hidup benar sampai dalam hati dan angan angannya sesuai dengan Firman Tuhan dan berusaha semaksimal mungkin, maka pasti Tuhan akan memberkati dengan limpahnya. Jangan ada ”tindakan penipuan”dalam perbuatan dan pikiran. Tetapi juga harus hati hati dengan srigala srigala disekitar, bertindaklah cerdik seperti ular dan tulus seperti burung merpati Mat.10:16. Maka Tuhan akan memberkati sehingga cukup pada waktunya. Jangan Kuatir, jangan bimbang, jangan ragu ragu, yakinlah janji Tuhan dan penuh syukur, carilah dahulu Kerajaan Surga.


Sumber :
http://gpdi-sumber-solo.blogspot.com/2011/01/berkat-berkat-orang-kristen-amsal-111.html


Terima kasih telah berkunjung ke Blog ini.

TUHAN MEMBERKATI KITA SEMUA.

Cari di Blog Ini